STIE Malangkuçeçwara Perkuat Jejaring Global Melalui Program Magang dan Pertukaran Pelajar ke Jepang

sumber foto: adadimalang
Internasionalisasi kampus bukan sekadar slogan bagi STIE Malangkuçeçwara. Kampus yang juga dikenal dengn julukan ABM ini terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Hal ini terlihat jelas dalam seremoni hangat yang digelar di ABM Hub.
Momen tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru. Pihak kampus menyambut kepulangan empat mahasiswa yang telah menvelesaikan program di Negeri Sakura, sembari melepas empat mahasiswa lainnya yang siap memulai petualangan profesional di sana. Kehadiran jajaran pimpinan mulai dari Wakil Ketua Bidang Akademik, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, hingga Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) menegaskan betapa krusialnya program ini bagi pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi.
Kepala KUI STIE Malangkucecwara, Ir. Dwi Nita Aryani, MM., Ph.D., merinci bahwa mahasiswa yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air adalah Salsabila Safira’ilma Syandairy yang menuntaskan student exchange di Kanda University. Sementara itu Septia Dara Anandita, Muhammad Ihsanuddin Tasywiq, dan Silma Huriyah El Fithri telah berhasil menyelesaikan program magang industri.
Dwi Nita menjelaskan bahwa para mahasiswa yang pulang membawa perubahan signifikan, terutama pada aspek karakter. Berdasarkan evaluasi, para mahasiswa menunjukkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa serta ketangguhan dalam memecahkan masalah di lingkungan baru.
”Ini membuktikan ATTITUDE yang ditanamkan di kampus STIE Malangkucecwara telah mampu diterapkan dengan baik,” ungkap Dwi Nita saat ditemui usai kegiatan.
Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung di perusahaan Jepang meningkatkan nilai jual para mahasiswa di pasar kerja. Peluang para mahasiswa untuk berkarier, baik di perusahaan nasional maupun internasional di Jepang kini terbuka jauh lebih lebar dibandingkan sebelumnya.
Semangat yang sama kini dibawa oleh rombongan baru yang akan berangkat. Mereka adalah Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba, Shifa Aszahri, Farida, dan Natercia Sarmento Menezes. Keempatnya akan menjalani program internship untuk mengasah keterampilan praktis mereka di industri global.
Dukungan penuh dari orang tua juga menjadi pilar keberhasilan program ini. Evi Taliasari, ibunda dari Mercidominick yang hadir langsung di lokasi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada pihak kampus STIE Malangkuçeçwara. Evi mengaku terkesan dengan pendampingan intensif yang diberikan KUI sejak tahap persiapan hingga keberangkatan.
Termasuk budaya berbagi yang tumbuh di lingkungan mahasiswa STIE Malangkucecwara, dimana para senior yang baru pulang tidak segan membimbing adik tingkatnya mengenai gambaran hidup dan kerja di Jepang.
“Jadi yang sudah berangkat tidak segan-segan mengajari adik tingkat mereka yang akan berangkat ke Jepang. Tentunya dengan seperti itu akan membantu para mahasiswa yang akan berangkat dan belum memiliki gambaran saat berada di Jepang,” pungkas Evi.
Tradisi transfer pengetahuan dan penguatan karakter ini diharapkan terus berkelanjutan, menjadikan lulusan STIE Malangkucecwara tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas global yang kuat. (A.Y)
SUMBER: adadimalang





You must be logged in to post a comment.