STIE Malangkuçeçwara Sambut 13 Mahasiswa Kanda University Jepang di Program Sakura Hanabi

Penyambutan 13 mahasiswa dari Kanda University Jepang oleh STIE Malangkuçeçwara (Foto: Dani Alifian)
STIE Malangkucecwara (ABM) Malang menyambut 13 mahasiswa dari Kanda University of International Studies, Jepang. Acara penyambutan resmi ini digelar di Ruang H kampus setempat pada Senin (16/2/2026).
Program bertajuk “Sakura Hanabi” ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bukti kuatnya sinergi pendidikan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pertukaran pelajar dan pengenalan budaya. Ketua STIE Malangkucecwara, Bunyamin, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa Jepang ini merupakan bagian dari visi terbaru kampus, yakni internasionalisasi seluruh kegiatan akademik.
“Jika sebelumnya cakupan kami hanya Tridharma, sekarang kami kembangkan menjadi Catur Dharma, yaitu internasionalisasi. Kami berupaya melibatkan mitra luar negeri dalam setiap aktivitas, baik pengabdian masyarakat maupun kegiatan mahasiswa,” ujar Bunyamin.
Ia menambahkan, meski kondisi di Jepang maupun tantangan global pascapandemi sempat dinamis, komitmen antara Kanda University dan STIE Malangkucecwara tetap kokoh. Selain program Sakura Hanabi, kerja sama ini juga mencakup student exchange yang kompetitif. “Peminat mahasiswa kita ke Jepang sangat banyak. Namun, kami menerapkan standar tinggi, terutama skor bahasa, agar mereka benar-benar siap saat berangkat ke sana,” imbuhnya.
Tahun ini, program Sakura Hanabi mengusung tema Jelajah Indonesia. Koordinator Indonesian Studies Program STIE Malangkucecwara, Suprapti, menjelaskan bahwa para mahasiswa Jepang ini akan berada di Indonesia selama satu bulan.
Menariknya, kunjungan kali ini bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan. Hal ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi budaya yang lebih mendalam. “Mereka tinggal di homestay agar bisa merasakan langsung suasana Ramadan. Mulai dari makan sahur, berburu takjil di pasar sore, hingga memahami tradisi berbuka puasa. Ini akan memberikan kesan mendalam tentang bagaimana wajah Islam yang toleran di Indonesia,” jelas Suprapti.
Selain belajar bahasa, para peserta juga akan mengikuti praktik memasak silang budaya. Mahasiswa Jepang akan memperkenalkan kuliner negeri Sakura, sementara pihak STIE Malangkucecwara akan mengajarkan cara mengolah masakan khas Nusantara.
Dosen Kanda University, Suyoto, memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat STIE Malangkucecwara. Ia mengungkapkan sebuah fakta unik bahwa di kampus KUIS Jepang, Program Studi Bahasa Indonesia adalah salah satu yang paling populer.
“Dari sekian banyak dosen tetap, hanya satu yang orang Jepang, sisanya adalah orang Indonesia. Ini luar biasa. Bahkan, kami punya tradisi memberikan nama Indonesia yang unik kepada setiap mahasiswa kami. Hingga kini sudah ada 556 mahasiswa dengan nama Indonesia yang berbeda-beda,” tutur Prof. Suyoto.
Ia berharap melalui program satu bulan ini, ke-13 mahasiswa tersebut dapat kembali ke Jepang dengan kemampuan bahasa Indonesia yang lebih lancar dan kenangan manis tentang keramahtamahan warga Malang. Tak berhenti di Jepang, STIE Malangkucecwara kini tengah merintis kerja sama serupa dengan berbagai negara lain, mulai dari Qatar, Rumania, China, hingga Afghanistan.
Bunyamin menekankan pentingnya prinsip reciprocity atau timbal balik dalam setiap kerja sama internasional. Terutama dengan China, ia melihat potensi besar tidak hanya di bidang teknologi semikonduktor, tetapi juga kemajuan di sektor bisnis yang bisa dipelajari oleh mahasiswa. (dan/kun)
SUMBER: beritajatim.com





You must be logged in to post a comment.