Bidik Pasar Asia, STIE Malangkuçeçwara Perkuat Akuntabilitas Keuangan Kampoeng Heritage Kajoetangan

Sebagai destinasi yang baru saja menyabet predikat Juara 1 Nasional kategori Pokdarwis dari Kementerian Pariwisata, Kampoeng Heritage Kajoetangan terus berbenah menuju standar internasional.
Menyadari pentingnya transparansi untuk publik, STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang menggelar pelatihan intensif bertajuk “Literasi Keuangan & Book Keeping for Stakeholders” pada Selasa (17/1/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh tim pakar yang terdiri dari Dr. Setyawan M.M. (Ketua), Dr. Dra. Nunung Nurastuti Utami, M.Si., Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA., dan Imama Zuchroh, B.Sc., M.Com. Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Sugeng Hariadi, S.E., M.M., Ak., CA, CTIA, untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola keuangan yang akuntabel.
Ketua tim pengabdian, Dr. Setyawan M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan mata rantai berkelanjutan untuk menata masa depan Kajoetangan yang lebih baik. Fokus utama kali ini adalah transisi dari sekadar pencatatan akuntansi dasar menuju manajemen keuangan strategis.
“Persoalan laporan keuangan yang tidak transparan sering kali memicu konflik berkepanjangan,” ujar Setyawan.
Ia menekankan bahwa para pelaku UMKM di Kajoetangan harus mampu membedakan antara uang bisnis dan uang keluarga yang selama ini sering tercampur.
“Harapan kami, mereka menata keuangan lebih profesional dan terarah. Jika akuntabilitas sudah sekelas prosedur akuntansi yang benar, Kajoetangan bahkan siap membidik pasar Asia.”
Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan STIE Malangkuçeçwara merupakan jawaban atas hasil evaluasi visitasi lomba nasional sebelumnya. Salah satu catatan krusial bagi pengelola adalah mengenai penyajian laporan pengelolaan pembiayaan.
“Selama ini laporan kami mungkin dianggap sudah bagus secara internal, tapi bahasa yang digunakan terlalu detail dan kurang umum karena kami bukan orang akuntansi,” jelas Mila.
Melalui momen ini, sekitar 14 peserta yang mencakup pengurus keuangan Pokdarwis dan berbagai paguyuban seperti Paguyuban Rumah Tua, UMKM, hingga Guiding belajar langsung mengenai standar pembukuan yang benar.
Mila menambahkan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan warga, terutama seiring meningkatnya pendapatan dari kunjungan wisatawan yang luar biasa.
Pelatihan intensif Literasi Keuangan & Book Keeping for Stakeholders (Foto: Dani Alifian)
STIE Malangkuçeçwara menggelar pelatihan intensif untuk perkuat akuntabilitas keuangan Kampoeng Heritage Kajoetangan
“Kami ingin saat ditanya kapan pun dan oleh siapa pun, posisi keuangan kami bisa dijelaskan secara detail dan siap diaudit.”
Pentingnya pembukuan profesional semakin terasa menyusul lonjakan signifikan kunjungan wisatawan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Mila melaporkan adanya kenaikan hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika hari biasa mencapai 1.000–2.000 orang, pada periode Nataru angka konsisten di 3.000 orang per hari. Puncak kunjungannya terjadi pada 1 Januari 2026 dengan total 5.600 pengunjung dari lima pintu masuk,” jelas Mila pada beritajatim.com.
Mila mengaku bahwa pengunjung didominasi wisatawan domestik asal Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta kunjungan dinas untuk studi banding pasca-prestasi nasional.
Guna mengelola lonjakan tersebut, Pokdarwis Kajoetangan melakukan berbagai langkah antisipatif. Selain penguatan kuliner lokal yang viral di media sosial, aspek keamanan dan kebersihan menjadi prioritas utama.
“Kami bekerja sama erat dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan menambah personil Linmas serta CCTV untuk memantau titik rawan kriminalitas,” ungkap Mila. Selain itu, jam operasional petugas kebersihan juga ditambah untuk menangani volume sampah plastik yang meningkat drastis akibat banyaknya wisatawan.
Meski saat ini kunjungan mancanegara masih relatif rendah, pihak Pokdarwis telah menyiapkan berbagai atraksi budaya seperti dolanan anak dan paket pembuatan kue lokal. Tantangan bahasa saat ini masih menjadi fokus utama yang akan terus didampingi oleh tim STIE Malangkuçeçwara.
“Dengan dukungan literasi keuangan dari akademisi, kami (Kampung Heritage Kajoetangan) optimis mampu menyajikan tata kelola kelas dunia yang siap menyambut wisatawan dari berbagai penjuru dunia secara berkelanjutan,” kata Mila menutup. (dan)
SUMBER: beritajatim.com





You must be logged in to post a comment.