STIE Malangkucecwara Dorong Mahasiswa Keluar Zona Nyaman, Hindari Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang. Mereka harus aktif, produktif, dan punya pengalaman luas,” tegas Ketua STIE Malangkucecwara (ABM) Drs. Bunyamin, MM., Ph.D, Kamis, (21/8/2025).
Pernyataan itu menjadi landasan bagi kampus yang akrab disebut ABM ini untuk terus menghadirkan program pengembangan mahasiswa, mulai dari riset, kompetisi nasional, hingga pertukaran dan magang internasional di Jepang.
Bunyamin menekankan, setiap mahasiswa didorong agar tidak terjebak dalam rutinitas sempit, melainkan berani mengambil kesempatan yang membuka wawasan global. “Kami berusaha mendorong mahasiswa secara sistematis agar mereka tidak hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Melalui kegiatan akademik, riset, maupun pengalaman internasional, kami ingin mahasiswa punya bekal lebih luas,” ujarnya.
Salah satu langkah nyata adalah program Sakura dan Hanabi, kerja sama dengan Jepang yang telah berjalan lebih dari lima tahun. Setiap tahun, sekitar 20-30 mahasiswa Jepang datang ke Malang selama satu hingga satu setengah bulan. Dalam program ini, mahasiswa STIE Malangkucecwara dipilih melalui seleksi untuk menjadi peer tutor.
“Mahasiswa kami membantu peserta dari Jepang belajar bahasa Indonesia. Kalau ada kesulitan, mereka berkomunikasi dengan bahasa Inggris maupun Jepang. Jadi pengalaman internasionalnya terlihat jelas,” kata Bunyamin.
Selain itu, mahasiswa juga difasilitasi untuk magang di Jepang. Bahkan, banyak dari mereka yang kemudian dikontrak bekerja setelah lulus. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan global, tetapi juga manfaat finansial.
“Biasanya dalam setahun magang, mahasiswa bisa menabung sekitar Rp20 juta. Uang itu sering langsung digunakan untuk melunasi kuliahnya. Setelah lulus, mereka juga ada yang dikontrak lagi oleh perusahaan di Jepang,” jelasnya.
Beberapa perusahaan mitra di Jepang turut memberikan apresiasi. Salah satunya supplier dari perusahaan komponen otomotif Toyokomponent yang bahkan datang langsung ke kampus untuk menyampaikan umpan balik positif terkait kinerja mahasiswa magang.
Bunyamin menambahkan, mahasiswa STIE Malangkucecwara juga aktif mengikuti kompetisi nasional di bidang bisnis dan akuntansi. Hasilnya, mereka kerap meraih juara dua hingga tiga, bahkan bersaing dengan universitas ternama di Indonesia.
Tak hanya itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam penelitian bersama dosen. Nama mereka dicantumkan dalam publikasi, sehingga pengalaman akademik sekaligus rekam jejak ilmiah sudah diperoleh sejak di bangku kuliah.
“Intinya, kami ingin mahasiswa aktif di berbagai lini, baik riset, kompetisi, maupun kegiatan internasional. Semua diarahkan agar mereka tidak sekadar kuliah dan pulang, tetapi benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” tegas Bunyamin.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Bunyamin optimistis lulusan STIE Malangkucecwara mampu bersaing, baik di BUMN, swasta nasional, maupun perusahaan internasional.
“Harapan kami, mahasiswa yang akan lulus memperhatikan poin-poin pengalaman itu. Jadi ketika masuk dunia kerja, mereka sudah siap dengan kompetensi, jaringan, dan mental yang kuat,” pungkasnya.
SUMBER: malangtimes.com





You must be logged in to post a comment.