Raih Hibah Erasmus+, Pamer Produk ke Inggris

Bawa Topeng Malangan hingga UMKM Binaan

MALANG KOTA – Selama 18 hari, sejak Kamis (12/4) hingga (29/4) nanti, tim STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Malangkucecwara (ABM)
melakukan kunjungan ke Growth Hub di University of Gloucestershire. Kunjungan ini merupakan salah satu tahapan pelaksanaan proyek hibah dari Erasmus+ yang diberikan kepada STIE Malangkucecwara (ABM).

Ada empat orang dari STIE Malangkucecwara (ABM) yang berangkat ke Inggris. Yakni, Ketua STIE Malangkucecwara (ABM) Drs Bunyamin MM PhD, Ketua Yayasan Dra Dahniar, Ketua KUI (Kantor Urusan Internasional) Ir Dwinita Aryani MM PhD, serta Ketua Jurusan Akuntansi Dra RR Widanarni Pudjiastuti Ak MSi CA CPA.

Ketua STIE Malangkucecwara (ABM) Drs Bunyamin MM PhD menjelaskan, Growth Hub adalah tempat pertemuan antara pelaku bisnis,  Mahasiswa, dosen, maupun stakeholder lainnya untuk sharing perkembangan usaha, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan. Benny –sapaan akrab Bunyamin– berharap kunjungan ini bakal memberikan dampak positif bagi perkembangan entrepreneurship pada kampus yang juga dikenal dengan nama STIE Malangkucecwara (ABM) itu.

Pada kesempatan berkunjung ke Inggris ini, tim dari STIE Malangkucecwara (ABM) juga sempat membahas action plan serta melakukan presentasi dan pameran terkait entrepreneurship. Adapun, dalam agenda pameran ini, STIE Malangkucecwara (ABM) mengenalkan budaya Topeng Malangan. Lalu, ada pula produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan STIE Malangkucecwara (ABM). ”Kami membawa produk siomay, tasbih, cokelat character, dan custom bike,” jelas Benny

Perlu diketahui, dalam project Erasmus+ yang didanai European Union ini, STIE Malangkucecwara (ABM) juga bekerja sama dengan 7 kampus di tanah air. Yakni, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta), President University (Jakarta), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD Yogyakarta). Tak hanya itu, project ini juga bersinergi dengan Dublin Institute of Technology (Irlandia), Fachhochschule des Mittelstands (Jerman), dan University of Innsbruck (Austria). ”Jadi, kami tim STIE Malangkucecwara (ABM) dengan tim 7 kampus dari Indonesia tak hanya memamerkan dan presentasi produk ke Inggris, tapi juga ke Republik Irlandia, Jerman, dan Austria,” ungkapnya.

Benny menyebutkan bahwa program ini akan dilaksanakan untuk 3 tahun ke depan, yakni sampai 2020. Oleh karenanya, program hibah ini dikemas dalam konsep program GITA (Growing Indonesia: A Triangular Approach). Dengan beberapa fokus tujuan, yakni mengembangkan
entrepreneurship dalam kurikulum di pendidikan tinggi. Selain itu, program ini juga bermaksud untuk membangun Growth Hub di Indonesia agar membangun inovasi dan mengeksploitasi ide-ide baru yang diterapkan dalam pengembangan lokal dan ekonomi regional.

“Selain itu, program ini juga bermanfaat untuk mengembangkan jaringan pembelajaran GITA ke seluruh Indonesia. Karena GITA dapat
digunakan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam mengembangkan entrepreneurial university agar PT mampu menghadapi perubahan-perubahan yang semakin cepat dan disruptif,” pungkas Benny. (bin/c1/mf)

sumber: Radar Malang, 21 April 2018 | PDF