Posdaya Binaan STIE Malangkucecwara Maksimalkan Potensi Lokal

Ketua LPPM Siti Munfaqiroh (kiri) dan Sekretaris Posdaya Yuyuk Liana menunjukkan salah satu produk posdaya. Foto: Agus Nurchaliq

Ketua LPPM Siti Munfaqiroh (kiri) dan Sekretaris Posdaya Yuyuk Liana menunjukkan salah satu produk posdaya. Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Tidak dapat dipungkiri, kehadiran Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dirintis oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) nyata memiliki peranan yang cukup penting di tengah-tengah masyarakat.

Terutama dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yang kemudian dilanjutkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagaimana yang dicanangkan pemerintah.

Hal inilah yang kemudian terus dikembangkan Damandiri dengan cara merangkul berbagai pihak, salah satunya yakni bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara yang juga memiliki visi ingin memberikan solusi mengenai isu-isu persoalan dunia, utamanya yang terkait dengan SDGs.

“Aktivitas Posdaya ini bagi STIE Malangkucecwara merupakan bagian dari Tridharma perguruan tinggi yakni mengajar, meneliti dan mengabdi. Poin pengabdian inilah yang kemudian dilakukan melalui Posdaya dengan cara menugaskan dua dosen dan lima mahasiswa per Posdaya sebagai pendamping,” jelas Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Malangkucecwara, Siti Munfaqiroh (Riroh) kepada Cendana News.

Produk kerajinan decoupage. Foto: Agus Nurchaliq

Produk kerajinan decoupage. Foto: Agus Nurchaliq

Riroh menyampaikan Posdaya yang menjadi binaan STIE Malangkucecwara adalah Posdaya berbasis kelurahan, dimana Posdaya-posdaya tersebut tersebar di 30 kelurahan baik di Kota Malang, Kabupaten Malang maupun Kota Batu. Seiring dengan berjalannya waktu, Posdaya kemudian berkembang hingga ke tingkat RW namun tetap di bawah koordinasi Lurah. Total sekarang ini ada kurang lebih 98 Posdaya yang tersebar di 98 RW.

Disebutkan Riroh, aktivitas Posdaya binaan STIE Malangkucecwara dilakukan sesuai dengan empat bidang yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Namun dari keempat bidang tersebut yang diprioritaskan adalah apa yang menjadi kebutuhan paling utama di masing-masing tempat.

“Ada yang prioritasnya lingkungan, ada yang lebih memprioritaskan pendidikan, dan ada juga yang lebih mengutamakan pemberdayaan ekonomi serta kesehatan. Sehingga di tiap-tiap tempat kebutuhannya berbeda-beda,” ungkapnya.

Lebih lanjut Riroh mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan bank mengenai program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bagaimana caranya membuat agar harga-harga tanaman cabai di Malang bisa stabil. Ternyata, menurut salah satu perwakilan RW menyampaikan bahwa sesungguhnya embrio penghijauan di tempat mereka bersumber dari kegiatan Posdaya yang dilakukan STIE Malangkucecewara sekian tahun yang lalu. Dimana pada saat itu mereka hanya diberi stimulan berupa polybag dan bibit cabai, namun sekarang bisa berkembang hingga mampu untuk dipasarkan.

Menurutnya setiap Posdaya memiliki produk unggulan masing-masing. Seperti halnya Posdaya Bersolek yang memiliki produk unggulan Markisa dan tasbih untuk oleh-oleh umroh. Kemudian ada juga yang memiliki produk unggulan konveksi, termasuk juga Posdaya yang paling baru yaitu Posdaya Arema di daerah Kasin.

Piala penghargaan Damandiri Award. Foto: Agus Nurchaliq

Piala penghargaan Damandiri Award. Foto: Agus Nurchaliq

Di Posdaya Arema ini, diberikan pelatihan mengenai kerajinan menempelkan tisu (decoupage). Selain motif bunga, Riroh juga mengarahkan agar ada unsur topeng pada motif tisu sehingga bisa memberikan ciri khas Malang yakni topeng Malangan. Diakui Riroh, sekarang ini pihaknya juga sering kali bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal sesuai dengan program pemerintah yang ingin membangun ekonomi kreatif berbasis lokal.

“Saat ini kami tengah mengarahkan semua Posdaya agar bisa menjadi Posdaya yang mandiri melalui pengembangan potensi-potensi lokal yang ada terutama di bidang kerajinan sehingga mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka,” terangnya.

Sementara itu disampaikan Riroh, peran Posdaya di tengah-tengah masyarakat menurutnya sangat penting karena Posdaya bisa dihadirkan dalam rangka merevitalisasi program-program yang sudah ada sebelumnya. Posdaya juga bisa hadir dengan membawa program-program baru hasil kerjasama dengan beberapa pihak. Menurutnya, sejauh ini tanggapan masyarakat dengan kehadiran Posdaya sangat positif dan diterima dengan baik.

“Posdaya dampingan STIE Malangkucecwara kebanyakan berada di kota. Dimana modal sosial masyarakat seperti gotong royong semakin terkikis. Namun dengan hadirnya Posdaya bisa merekatkan hubungan baik antarmasyarakat,” ucapnya. Selain itu, dampak hadirnya Posdaya di tengah masyarakat secara tidak langsung juga mampu mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut.

“Alhamdulillah kemarin dua tahun berturut-turut Posdaya binaan STIE Malangkucecwara masuk nominasi nasional dan masuk 10 terbaik nasional,” pungkasnya.

Kampus STIE Malangkucecwara. Foto: Agus Nurchaliq

Kampus STIE Malangkucecwara. Foto: Agus Nurchaliq

sumber: cendananews.com