LPPM STIE Malangkucecwara, Tiga Tahun Laksanakan Program Multiyears Dikti

BANTUAN: (ki-ka) Pemilik CV Kajeye Food H. Kristiawan, anggota Tim Dra. Enggar Nursasi, MM., Ketua pengusul IbPE Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si, menunjukkan produk hasil olahan buah.

BANTUAN: (ki-ka) Pemilik CV Kajeye Food H. Kristiawan, anggota Tim Dra. Enggar Nursasi, MM., Ketua pengusul IbPE Dra. Siti Munfaqiroh, M.Si, menunjukkan produk hasil olahan buah.

MALANG – Tiga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara membantu dua Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Malang dan Kabupaten Malang untuk go internasional. Bantuan melalui program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE).

Dua UKM tersebut, CV Kajeye Food, di Jalan  Polowijen Kota Malang milik H. Kristiawan dan CV Jago Jaya, di Pakis Kabupaten Malang milik Jaeri. Dua UKM tersebut bergerak dalam industri olahan buah.

Dosen STIE Malangkucecwara yang membantu UKM itu masing-masing, Dra Siti Munfaqiroh, M.Si, Enggar Nursasi, SE, MM, Ak, dan Uke Prajoga ST, MM. Tujuannya agar kedua UKM tersebut go internasional. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan, pemberian teknologi untuk mendukung proses produksi, bantuan pembiayaan kemasan yang beserta  angka kecukupan gizi, serta sarana media pemasaran berupa website dan katalog.

Dra Siti Munfaqiroh, M.Si membeberkan, bantuan yang diberikan tersebut memang untuk mendukung serta mendorog kedua UKM agar  mampu bersaing secara kompetitif di luar negeri. Ia berharap ditahun ketiga, CV Kajeye Food dan CV Jago Jaya sudah mempunyai nilai standar  kompetitif untuk go internasional.

“Keduanya memang sudah pernah memasarkan keluar negeri. Untuk CV Kajeye Food, pernah dipasarkan ke Jepang, dan CV Jago Jaya ke Malaysia. Namun, kami ingin lebih mendukung lagi, agar pasarnya lebih luas lagi,” terang dosen Ekonomi Manajemen yang akrab disapa Riroh ini.

Ia dan timnya juga telah membantu dalam perubahan kemasan yang dinilai lebih berstandar  internasional. Kemasan sebelumnya hanya aluminium foil, diperbaharui dengan kemasan rhotogravure. Tidak hanya kemasan, Riroh mengatakan, hal lain yang mendukung perluasan pasar internasional bagi kedua UKM tersebut adalah proses produksi.

“Untuk mendukung proses produksi, kami memberikan frozen box untuk menyimpan buah-buahan yang masih belum terpakai, spinner untuk mengurangi kadar minyak setelah digoreng, juga memperbaiki rasa, serta tahan lama. Lalu evaporator untuk diverifikasi produk. Kami juga memberikan wajan penjenangan untuk mengurangi kadar air dalam buah,” jelasnya.

Selain itu lanjut dia, agar produk kompetitif di pasar internasional,  bekerjasama dengan PT Angler Bio Chem lab. Yakni sebuah lembaga standarisasi makanan untuk mendapatkan informasi nilai gizi, yang disertakan pada kemasan produk. “Karena biaya untuk mendapatkan ini tidak murah, jadi kami membantu pembiayaan, agar produk kompetitif di pasar. Selain itu, dengan mengetahui nilai gizi, keamanan produk akan terjamin,” paparnya.

Ditahun ketiga, yang sedang dilakukan adalah pengembangan media pemasaran. Untuk saat ini, Riroh dan timnya sedang membuat media pemasaran berupa website dan juga catalog. (sin/adv/van)

sumber: Malang Post, 30 september 2017