Berdayakan Warga Kelola Desa Wisata Petik Jeruk

MAJUKAN DESA WISATA: Prof Dr. Yupono, M.S., CHRP ketika melakukan pembinaan terhadap petani di Desa Wisata Petik Jeruk, Selorejo, Kecamatan Dau

MAJUKAN DESA WISATA: Prof Dr. Yupono, M.S., CHRP ketika melakukan pembinaan terhadap petani di Desa Wisata Petik Jeruk, Selorejo, Kecamatan Dau

MALANG – Desa wisata petik jeruk  Selorejo di Kecamatan Dau Kabupaten Malang mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Namun, dalam pengelolaannya masih belum maksimal.

Hal inilah  yang melatarbelakangi tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara yang terdiri dari  Prof Dr Yupono MS CHRP, Drs. Anang Amir Kusnanto,MM, Drs Tachjuddin MM melakukan  Program Iptek Bagi Desa Mitra (PIBDM). Program tersebut dilakukan  di desa wisata petik jeruk Selorejo, Dau.

Ketua Tim, Prof Dr Yupono MS CHRP mengatakan, potensi desa wisata petik jeruk yang begitu besar harus didukung dengan pengelolaan dan sistem manajemen yang baik. Dengan begitu, pengembangan tempat wisata tersebut akan maju pesat. “Kami melakukan pemberdayaan warga  sekitar untuk memajukan desa wisata tersebut. Kami ingin agar selama tiga tahun program nanti, pengunjung atau wisatawan tempat wisata ini terus bertambah,” ujarnya.

Untuk melakukan pemberdayaan, langkah pertama yang dilakukan Yupono dan timnya memberikan pelatihan kepada karang taruna dan ibu-ibu PKK. Pelatihan yang dilakukan kepada karang taruna untuk mengelola tempat wisata. Mulai dari bagaimana melayani tamu dengan menjadi pemandu wisatawan, hingga cara mengelola dan menjaga potensi yang dimiliki tempat wisata ini.

Menjaga potensi wisata bukan hanya melalui pelayanan. Memanfaatkan hasil wisata, menurut Yupono juga akan membantu proses pengembangan wisata. Agar bisa memanfaatkan hasil wisata, Yupono dan timnya juga memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK untuk belajar membuat produk olahan dari jeruk. “Kami memberikan ketrampilan melalui pelatihan, bagaimana membuat olahan jeruk, makanan, minuman tau kue-kue kering,’ kata dia.

Ditahun pertama ini, ia mengharapkan, paling tidak warga sekitar yang diberdayakan, bisa mulai belajar untuk melakukan pengelolaan manajemen wisata  dengan baik. Tidak hanya pelatihan saja yang diberikan untuk membantu masyarakat. Ketiga dosen STIE Malangkucecwara tersebut juga memberikan bantuan fisik berupa 4 gazebo dan 4 gubuk. Gazebo dan gubuk ini dibuat untuk menambah fasilitas dan kenyamanan pengunjung.
Rencananya, lanjut Yupono, gazebo ini akan dilengkapi dengan peralatan mencuci tangan. Harapannya  higienis tetap terjaga ketika mereka duduk bersantai menikmati buah jeruk.

“Gazebo ini memang kami gunakan untuk istirahat dan menikmati jeruk. Mereka bisa duduk bersantai di kebun dengan teduh di gazebo ini,” katanya.
Target pengelolaan yang ingin ia capai ditahun pertama yakni terpusatnya tempat parkir kendaraan. Ia membantu masyarakat untuk memusatkan tempat parkir.  Warga pun akan ia berikan edukasi.

Pengelolaan juga dilakukan melalui media pemasaran. Untuk saat ini, Yupono dan timnya telah membuat website yang bisa diakses melalui desawisatajeruk.com. Nantinya, masyarakat juga akan diberikan pelatihan untuk mengelola website tersebut.(sin/adv/van)

sumber: Malang Post, Sabtu 30 September 2017