ABM Gelar Budaya Nusantara bagi Mahasiswa Asing

PROGRAM BUNGA 2017: Rektor STIE MalangKucecwara (ABM) Drs Bunyarnin MM PhD (tiga dari kanan) mernberikan penghargaan kepada salah satu rnahasiswa asing asal Jepang yang piawai menari.

PROGRAM BUNGA 2017: Rektor STIE MalangKucecwara (ABM) Drs Bunyarnin MM PhD (tiga dari kanan) mernberikan penghargaan kepada salah satu rnahasiswa asing asal Jepang yang piawai menari.

ABM Gelar Budaya Nusantara bagi Mahasiswa Asing

MALANG KOTA – Gelar kinerja belajar Program Bunga lndonesian Studies Program (ISP) 2017 diadakan STIE Malangkucecwara (ABM) kemarin (15/3).  Meski masih tiga minggu belajar intensif bahasa dan budaya Indonesia, mahasiswa asing peserta Program Bunga tersebut menampilkan lenggokan tarian Nusantara secara menawan. Bahkan, keterampilan berbahasa Indonesia mereka juga mengalami peningkatan drastis, termasuk pencerapan sosio budaya dan penguasaan seni budaya.

Acara yang digelar di Padepokan Balekambang ABM itu diilatti 22 mahasiswa asing yang berasal dari Kanda University, Jepang. Sejatinya, model pembelajaran yang diterapkan kepada para mahasiswa Program Bunga 2017 adalah “celup total”. Artinya, tidak hanya teori yang diajarkan tetapi juga praktik langsung. Misalnya mahasiswa dilatih untuk membatik sendiri di papan kain dan dipamerkan saat gelar kinerja.

BERBAKAT: Empat mahasiswa asal Jepang saat menari

BERBAKAT: Empat mahasiswa asal Jepang saat menari

“Pengelolaan program ini dirancang dengan memberdaya gunakan keluarga dan memerankan tutor sebaya sebagai pendamping. Pembelajaran secara tematik-interaktif dengan pola team teaching juga diterapkan selama pembelajaran jelas Rektor STIE MalangKucecwara (ABM) Drs Bunyamin MM PhD. Pola pembelajaran yang diterapkan itu melatarbelakangi mahasiswa mampu menampilkan tarian tradisional dengan sangat apik.

Selain itu, ada hal lain yang ditekankan kepada mahasiswa sebagai program kelas pilihan. Mahasiswa Program Bunga 2017 dapat memilih kelas sesuai dengan minat yang inginkan, seperti pencak silat, tari, dan batik tradisional. “Dari 22 peserta, 11 mahasiswa pilih pencak silat, 7 menggeluti tari, dan 4 memilih belajar batik tradisional” kata Beni, panggilan Benyamin.

Selain gelar kinerja dan perpisahan Program Bunga 2017, STIE Malangkucecwara (ABM) mendapatkan kabar membanggakan dari KEMENRISTEK DIKTI. Yakni terjadi peningkatan peringkat kampus. “STIE MalangKucecwara (ABM) tahun 2016 lalu di peringkat 93. Tahun 2017 ini naik hingga di peringkat 58 dari 4.000 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia,’ ucap Beni. (bin/yn)

Sumber: Radar Malang (cetak) 16 Maret 2017 | PDF

You may also like...