Belajar Budaya, Mahasiswi Jepang Tinggal di Rumah Penduduk

Suasana penyambutan 14 mahasiswa Jepang di STIE Malangkuceswara Malang, Selasa (16/2/2016)

Suasana penyambutan 14 mahasiswa Jepang di STIE Malangkuceswara Malang, Selasa (16/2/2016)

 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Sebanyak 14 mahasiswa dari Universitas Kanda dan Universitas Waseda Jepang di Malang ditempatkan di rumah keluarga asuh di sekitar kampus STIE Malangkuceswara Malang di Jl Terusan Candi Kalasan.

Mahasiswa asing itu adalah peserta program di ISP (Indonesian Studies Program) STIE Malangkuceswara mulai 16 Februari-10 Maret 2016. “Satu mahasiswa ditempatkan di satu keluarga asuh. Tujuannya agar bisa aktif belajar bicara dan menyerap budaya Indonesia” jelas Prof Suyoto dari Universitas Kanda kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (16/2/2016).

Keluarga asuh minimal satu hari harus mendampingi mahasiswa saat makan. “Selain itu juga harus berbahasa Indonesia,” kata profesor bidang BIPA Jurusan Bahasa Asing di Universitas Kanda ini. Alasannya, jika keluarga asuh berbahasa Jawa akan membingungkan mahasiswa Jepang. “Selain itu keluarga asuh memiliki anak sebaya agar berani berpendapat,” kata dia.

Mahasiswa yang belajar budaya dan bahasa Indonesia ini baru menjalani dua semester di kampusnya. Di Malang, selain belajar di kelas juga mempraktikkan di luar kelas. Misalkan ke industri rumah tangga, seperti ke keramik Dinoyo, perajin tempe, perajin hiasan manik-manik. Mereka juga ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan sistem pendidikan Indonesia. Dijadwalkan mereka ke SD, SMA dan panti asuhan. “Untuk yang ke SMA, mereka ke SMA yang memiliki kelas Bahasa Jepang,” kata Suyoto. Sedang kunjungan ke SD antara lain mengajarkan keterampilan origami. Para mahasiswa ini selama di Malang mendapat nama baru. Ada yang diberi nama Wulan, Titis, Wiwin.

Sumber: Surya Online , Rabu 17 Februari 2016

Mungkin Anda juga menyukai