Dua Jurusan STIE Malangkucecwara Sabet Terbaik

Discuss on The Spot Jawa Pos Radar Malang bersama Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, jajaran manajer, dan redaktur di ABM

Discuss on The Spot Jawa Pos Radar Malang bersama Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, jajaran manajer, dan redaktur di ABM

MALANG KOTA – Sederet prestasi paling gres diraih STIE Malangkucecwara atau ABM pada skala nasional. Mulai ranking kampus, kualitas jurusan, hingga program pemberdayaan masyarakat lewat program POSDAYA (Pos Pemberdayaan Masyarakat).

Ketua STIE Malangkucecwara Bunyamin PhD mengungkapkan, ranking ABM secara nasional termasuk kategori bagus. Dari ranking yang dinilai Kementerian Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), ABM berada di urutan 93 dari 3.320 kampus yang ada di Indonesia. Selain itu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) menunjukkan jika kampus ABM merupakan Sekolah Tinggi Ekonomi terbaik nomor tiga se-Indonesia.

”Kampus kami juga menjadi 10 besar terbaik menurut ranking jurusan akuntansi dan manajemen terbaik nasional. Quality is a must, meski hanya memiliki dua jurusan, tapi kualitas harus tetap terus ditingkatkan,” papar Benny, sapaan akrab Bunyamin PhD dalam ajang Discuss on The Spot Jawa Pos Radar Malang bersama Direktur Jawa Pos Radar MalangKurniawan Muhammad, jajaran manajer, dan redaktur di ABM, kemarin (14/4).

Tak hanya prestasi saja, lulusan University of Wollongong Australia ini mengatakan, kampus ABM juga mendampingi lebih dari 30 kelurahan dalam program POSDAYA (pos pemberdayaan keluarga). Bahkan, posdaya ABM merupakan posdaya terbaik tingkat nasional. ”Namun, POSDAYA tidak banyak diketahui, padahal itu gerakan masif dan bagus,” kata Bunyamin yang didampingi wakil-wakil rektor dan para pejabat kampus, Nevy Danila PhD; Dr Hanif Mauludin,SE Msi; Dr Kadarusman; dan Drs Ali Lating.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, kampus ABM sudah terkenal menjadi ikon Malang. Masyarakat sudah tahu ABM dan lokasi kampusnya, tapi belum tentu masyarakat tahu sepak terjang dan prestasi apa saja yang sudah diraih sekolah tinggi tersebut. ”Kegiatan kampus dan prestasinya perlu untuk diketahui masyarakat lewat publikasi,” ujarnya.

Menurut Kurniawan, Radar Malang tidak hanya memberitakan permasalahan, tapi juga berita yang membawa kabar baik. ”Good news is a good news, sekarang era masyarakat harus diberi hope, seperti pembangunan jembatan, jadi atau tidaknya harus diberitakan,” ujar Kurniawan.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Radar Malang Abdul Muntholib menambahkan jika Radar Malang membutuhkan hasil-hasil penelitian dari kampus. ”Hasil skripsi terbaik juga bisa di-share kepada kami agar masyarakat juga tahu, bahkan jika itu penting dan menarik,” paparnya.(rae/c2/lia)

sumber: Radar Malang, Jumat 15 April 2016

Referensi:

You may also like...